A. Judul
Peningkatan
Minat Dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Dan Penggunaannya
Menggunakan
Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Cimerak
Menggunakan
Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Cimerak
B. Penulis
Nama : Nonoh Hasanah, S.Pd.SD.
Tempat
Tugas : SD Negeri 2 Cimerak, Kec.
Cimerak, Kab. Ciamis
C. Abstrak
Kata Kunci : Model Pembelajaran. Kooperatif Tipe Jigsaw.Minat.
Hasil Belajar
Tujuan Penelitian ini adalah meningkatkan minat dan hasil belajar siswa
dengan model pembelajaran Jigsaw.Dalam pembelajaran IPA tentang Energi dan
penggunaanya mendapat hasil belajar dengan rata-rata kelas yang belum mencapai
KKM yang ditentukan.Maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa pembelajarannya
bermasalah.Peneliti melibatkan Teman sejawat untuk menelaah, mengobservasi
serta bersama peneliti mencari jalan keluarnya.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas IV SD Negeri 2 Cimerak
Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis, Provinsi Jabar. Penelitian ini dilakukan
oleh guru di kelas tersebut.Dengan Siswa yang diteliti terdiri dari 33 siswa,
terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 20 anak perempuan. Penelitian dilaksanakan
di kelas IV tahun pelajaran 2011/2012 semester 2 (dua) dengan bahan
kajian Energi dan Pengunaannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari
2011 sampai bulan Maret 2011.
Pelaksanaan PTK IPA kelas IV semester 2 ini dilaksanakan dalam 3 siklus
masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, tahap pengumpulan data, dan tahap refleksi. Metode yang digunakan
adalah model pembelajaran Kooperatif Jigsaw.Penggunaan metode tersebut
dikarenakan adanya kurang berhasilnya pembelajaran IPA pada KD energi dan
penggunaanya.
D. Pendahuluan
a.
Latar
Belakang Masalah
Dalam kegiatan obeservasi
ini, peneliti bersama kolaborator mencatat semua hal yang terjadi pada kegiatan
pembelajaran, dalam rangka untuk identifikasi masalah-masalah yang timbul dalam
kegiatan pembelajaran. Hasil obeservasi yang dilakukan selama tiga kali
kegiatan pembelajaran IPA, dijumpai hal-hal sebagai berikut.
1. Siswa terlihat malas belajar, suka bermain dalam kelas.
2. Motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kurang.
3. Hasi dan pemahaman belajar siswa tidak memenuhi
standar KKM yang diharapkan.
Peneliti mengadakan
wawancara terhadap siswa, teman sejawat, dan kepala sekolah di lingkungan SD
Negeri 2 Cimerak dan diperoleh
keterangan sebagai berikut.
1. Faktor dari luar sebagian orang tua siswa kurang
mendukung anak dalam belajar.
2. Faktor dari sekolah kurangnya sarana prasarana yang
digunakan.
3. Dari guru belum memanfaatkan secara maksimal
penggunaan alat peraga.
Mata Pelajaran IPA untuk kompetensi
dasar energi dan penggunaannya telah ditetapkan KKM -nya adalah 63, namun dari
33 siswa yang ada, hanya 11 siswa yang mendapat nilai ≥ 65. Hal ini menjadikan
pembelajaran dapat dikatakan tidak berhasil, sehingga perlu diadakan penelitian
tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
b.
Identifikasi
Masalah
Dari sisi proses
pembelajaran di kelas, peneliti menyadari kesalahan-kesalahan yang peneliti
lakukan sehingga hasil belajar siswa tidak maksimal. Hasil identifikasi
terhadap proses pembelajaran IPA yang peneliti laksanakan memperlihatkan
beberapa permasalahan yang dialami oleh siswa, antara lain:
1. siswa kurang memperhatikan penjelasan guru;
2. motivasi belajar siswa rendah;
3. ada beberapa siswa bermain saat guru menjelaskan;
4. siswa pasif dalam pembelajaran.
Peneliti bersama kolaborator
melakukan analisis terhadap penyebab timbulnya masalah tersebut dilihat dari
peneliti atau pengajar, yaitu sebagai berikut.
1. Pada awal pembelajaran guru belum dapat memfokuskan
siswa.
2. Guru belum memaksimalkan penggunaan alat peraga.
3. Guru belum mengajak siswa untuk aktif dalam pembelajaran.
4. Guru menyampaikan materi secara klasikal.
5. Guru dalam pembelajaran menggunakan metode yang kurang
vareatif, sehingga siswa menjadi jenuh dalam pembelajaran.
Setelah berdiskusi dengan
pengamat yang merupakan teman sejawat berdasarkan hasil observasi, penyebab
permasalahan siswa dalam pembelajaran maka diambil beberapa tindakan yang
merupakan alternatif pemecahan masalah, yakni sebagai berikut.
1. Pada awal
pembelajaran guru menarik perhatian siswa dengan menggunakan alat peraga.
2. Guru menggunakan alat peraga secara efektif.
3. Pada pembelajaran guru melibatkan siswa untuk aktif
dalam belajar.
4. Dalam menyampaikan materi guru sebaiknya membimbing
siswa untuk mencapai pemahaman tertentu dengan membuat kesimpulan.
5. Dalam pembelajaran menggunakan berbagai macam metode
sesuai kondisi anak pada saat pembelajaran berlangsung dan yang sesuai dengan
materi yang diajarkan, sehingga pembelajaran akan menjadi efektif dan efisien.
c. Pembatasan Masalah
Agar tidak terjadi kesalahan
dalam menafsirkan isi penelitian tindakan kelas ini maka peneliti membatasi
permasalahan penelitian sebagai berikut.
1. Model kooperatif tipe jigsaw terbimbing
2. Media sederhana
3. Minat belajar siswa
4. Mata pelajaran IPA
d.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan hasil obeservasi
dan wawancara, analisis penyebab timbulnya masalah, dan alternatif tindakan
pemecahan masalah diatas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut “Apakah
melalui model belajar kooperatif tipe jigsaw(expert group/kelompok ahli) dapat
meningkatkan hasil dan pemahaman belajar siswa pada pembelajaran IPA tentang
energi dan penggunaanyadi kelas IV SD Negeri 2 Cimerak, Kecamatan Cimerak,
Kabupaten Ciamis pada semester II tahun pelajaran 2011/2012? “
e.
Tujuan
Penelitian
Menumbuhkan minat dan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw di kelas IV SD Negeri 2 Cimerak,
Kecamatan Cimerak, Kabupaten Ciamis.
f.
Manfaat
Penelitian
Secara khusus, manfaat yang
dapat diambil dari penelitian tindakan kelas ini, yakni sebagai berikut.
1. Bagi Siswa
2. Bagi Guru
3. Bagi Sekolah
g. Kajian Teori
a) Hakikat IPA
Pada hakekatnya IPA terdiri atas tiga komponen, yaitu
produk, proses, dan sikap ilmiah. Jadi tidak hanya terdiri atas kumpulan
pengetahuan atau fakta yang dihafal, namun juga merupakan kegiatan atau proses
aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari rahasia gejala alam.
Mata pelajaran IPA adalah salah satu mata pelajaran
IPA yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis deduktif dengan
menggunakan berbagai peristiwa alam dan penyelesaian masalah baik secara
kualitatif maupun secara kuantitatif dengan menggunakan IPA serta dapat
mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri.
b) Penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran
IPA
(a) Hakekat pembelajaran
Konsep pembelajaran pada hakekatnya adalah kegiatan
guru dalam membelajarkan siswa, ini berarti bahwa proses pembelajaran adalah
membuat atau menjadikan siswa dalam kondisi belajar. Siswa dalam kondisi
belajar dapat diamati dan dicermati melalui indikator aktivitas yang dilakukan, yaitu perhatian fokus,
antusias, bertanya, menjawab, berkomentar, presentasi, diskusi, mencoba,
menduga, atau menemukan. Sebaliknya siswa dalam kondisi tidak belajar adalah
kontradiksi dari aktivitas tersebut,
mereka hanya berdiam diri, beraktivitas tak relevan, pasif, atau menghindar. Dengan
konsep seperti di atas, pembelajaran harus berprinsip minds-on, hands-on, dan constructifism. Hal ini berarti
dalam pelaksanaan pembelajaran pikiran siswa fokus pada materi belajar dan
tidak memikirkan hal di luar itu, pengembangan pikiran tentang materi bahan
ajar dilakukan dengan melakukan dan mengkomunikasikannya agar menjadi bermakna
(Peter Sheal, 1989).
(b) Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di
dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Elemen-elemen pembelajaran
kooperatif menurut Lie (2004) adalah 1. Saling ketergantungan positif,
2.Interaksi tatap muka, 3.Akuntabilitas Individual dan, 4.Ketrampilan untuk
menjalani hubungan antar pribadi atau ketrampilan sosial yang secara sengaja
diajarkan.
Perbedaan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran
tradisional.Dalam pembelajaran tradisional di kenal pula belajar kelompok,
namun demikian ada sejumlah perbedaan esensial anatara kelompok belajar
kooperatif dengan kelompok belajar tradisional.
Keuntungan
menggunakan model kooperatif dalam pembelajaran, diantaranya:
1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial
2. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap,
ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan
3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial
4. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai
sosial dan komitmen
5. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau
egois
6. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia
7. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga
masa dewasa
8. Meningkatkan kesedian menggunakan ide orang lain yang
dirasa lebih baik
9. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang
perbedaan kemampuan, jenis kelamin, norma atau cacat, etnis, kelas sosial,
agama dan orientasi tugas.
(c) Penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran
IPA
Adapun langkah-langkahnya:
1.
Kelas
dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri dari 4 atau 5 siswa dengan
karakteristik yang heterogen
2.
Bahan
akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan setiap siswa bertanggung
jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan atau akademik tersebut.
3.
Para
anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk
mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk
saling membantu mengkaji bahan tersebut. Kumpulan siswa semacam itu disebut
“Kelompok Pakar“ (Expert Grup)
4.
Selanjutnya
para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali kepada kelompok semula
(home time) untuk mengajar anggota lain mengenai yang telah dipelajari dalam
kelompok pakar.
5.
Setelah
diadakan pertemuan dan diskusi dalam “home time”, para siswa di evaluasi secara
individual mengenai bahan yang telah dipelajari. Dalam metode Jigsaw versi
Slavin, pemberian skor seperti dilakukan seperti dalam metode Stad. Individu
atau tim yang memperoleh skor tinggi diberi penghargaan oleh guru.
Berdasarkan latar belakang
dan kajian teori yang telah diuraikan di atas, maka diperoleh alur berpikir
bahwa kondisi awal pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 2 Cimerak sangat
monoton karena guru belum menggunakan metode yang bervariasi dalam
pembelajaran. Ceramah merupakan satu-satunya metode andalan, dan pemberian
tugas selalu diberikan setelah ceramah selesai.Terlihat siswa sangat tidak
semangat. Kondisi seperti itu berdampak pada hasil belajar siswa rendah, yaitu
dengan KKM 64,1 setelah diambil nilai ulangan sebagai pre tes (pra siklus)
diperoleh 11 dari 33 siswa yang dapat mencapai KKM, selebihnya 22 siswa belum
mencapai KKM. Hal ini membuat guru peneliti berusaha melakukan tindakan melalui
PTK dan merencanakan tindakan untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan
menggunakan model kooperatif tipe jigsaw
secara terbimbing yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I penggunaan model
ini pada kelompok besar.Siklus II menggunakan model ini pada kelompok kecil.
Diduga pada kondisi akhir setelah kegitan berlangsung siswa akan mengalami
peningkatan hasil belajar.
i.
Hipotesis
Tindakan
Dengan
menggunakan model kooperatif tipe jigsaw secara
terbimbing dapat meningkatkan minat dan hasil belajar dan pemahaman siswa pada
mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang energi dan penggunaannya, bagi
siswa kelas IV SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak, Kabupaten Ciamis pada
tahun pelajaran 2011/2012.
Berdasarkan
penjelasan pada latar belakang, kajian teori, dan kerangka berpikir, maka dapat
diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut:
1.
Penggunaan
model kooperatif tipe jigsawsecara
terbimbing dapat meningkatkan minat belajar IPA siswa di kelas IV SD Negeri 2
Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis.
2.
Penggunaan
model kooperatif tipe jigsawsecara
terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 2
Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis.
E. Metodologi Penelitian
a.
Setting Penelitian
a) Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas IV
SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis karena peneliti adalah
guru di kelas tersebut.
b)
Waktu
Penelitian
Pelaksanaan penelitian, yaitu tahun pelajaran 2011/2012
pada semester 2 (dua) dengan bahan kajian Energi dan Penggunaannya. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Februari 2011 sampai bulan Maret 2011.
c) Subjek
Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas ini (PTK) ini yang
menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak
Kabupaten Ciamis Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan jumlah 33 siswa, banyaknya
siswa laki-laki 13 siswa dan banyaknya siswa perempuan 20 siswa dengan
karakteristik latar belakang keluarga yang berekonomi menengah ke bawah.
Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani, buruh, dan pedagang
sehingga pendidikan anak kurang diperhatikan.
d) Sumber Data
(a) Sumber data primer diambil dari hasil observasi minat
siswa terhadap proses pembelajaran IPA yang dilakukan, dan nilai hasil belajar
pada akhir siklus 1, siklus 2, dan siklus 3.
(b) Sumber data sekunder diperoleh dari learning log
yang ditulis oleh siswa sendiri tentang proses pembelajaran IPA yang telah
dilakukan, juga hasil wawancara guru ke siswa menanggapi proses pembelajaran.
b.
Teknik
dan Alat Pengumpulan Data
b) Teknik Pengumpul Data
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada
penelitian tindakan kelas ini adalah:
1.
teknik
tes untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran,
2.
teknik
pengamatan untuk melihat minat siswa terhadap pembelajaran IPA menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw,
3.
teknik
wawancara untuk mendapat pengalaman langsung siswa terhadap proses pembelajaran
dan
4.
learning
log untuk
mendapatkan umpan balikan dari pembelajaran yang dilaksanakan.
b) Alat Pengumpul Data
Sedangkan
alat pengumpul data pada penelitian tindakan kelas ini adalah :
1.
Tes
tertulis, berupa tes isian dan uraian dengan materi keliling bangun datar.
2.
Lembar
pengamatan untuk melihat tingkat minat belajar siswa dengan komponen yang
dilihat meliputi perilaku guru dan siswa dalam pembelajaran oleh observasi,
yaitu:
1)
Guru,
meliputi apersepsi, cara memotivasi siswa, mengarahkan siswa, penguasaan kelas,
persebaran pertanyaan, dan kemampuan merangkum materi.
2)
Siswa,
meliputi inisiatif mengeluarkan pendapat, ketekunan, semangat, disiplin,
keaktifan, perhatian, kemampuan menjawab pertanyaan, kemampuan menyimpulkan,
kemampuan menghitung, kemampuan memahami bahasa, kemampuan melakukan perintah,
apresiasi pada mata pelajaran, rasa ingin tahu, ketertarikan pada pembelajaran
3.
Pedoman
wawancara
Pedoman
wawancara dibuat agar terjadi kerangka yang jelas tentang pertanyaan-pertanyaan
yang akan diajukan oleh guru atau observer terhadap subjek (siswa).
4. Lembar Learning Log
Dibuat
lembar learning log agar siswa lebih mudah menuangkan ide-ide atau kritik dan
sarannya kepada proses pembelajaran yang baru saja dialami.
c.
Indikator
Kinerja
Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas,
meliputi:
1.
Minat
belajar siswa meningkat menjadi 60%
2.
Hasil
belajar siswa meningkat dari rata-rata 55,93 menjadi 65 dan 80% siswa sudah
mencapai KKM.
d.
Prosedur
Penelitian
Pelaksanaan PTK IPA di kelas IV SD Negeri 2 Cimerak pada semester 2 ini dilaksanakan dalam 3
siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengumpulan data, dan tahap refleksi.
F.
Hasil
Penelitian dan Pembahasan
a.
Hasil
Penelitian
a) Deskripsi Kondisi Awal
Kondisi awal subyek penelitian menunjukkan data nilai
rata-rata kelas adalah 62,42 dan tingkat ketuntasan siswa pada standar
kompetensi ini baru 36,6% dihitung dari seluruh jumlah siswa.
b) Deskripsi Siklus 1
Observasi yang dilakukan dengan bantuan teman sejawat
pada saat perbaikan pembelajaran dari penyajian 12 butir tentang perilaku siswa
yang diobservasi menunjukkan kemunculan yang bagus yaitu mencapai 85,4%
keaktifan siswa dalam mengikuti perbaikan pembelajaran melalui PTK ini.Data
yang diperolah dari tes setelah melaksanakan diskusi kelompok menunjukkan hasil
dibawah ini :
|
Nilai
|
Banyak Siswa Bernilai
|
Jumlah
|
|
50
|
7
|
350
|
|
55
|
1
|
55
|
|
60
|
13
|
780
|
|
65
|
1
|
65
|
|
70
|
8
|
560
|
|
80
|
1
|
80
|
|
85
|
2
|
170
|
|
Jumlah nilai
|
2060
|
|
Nilai rata-rata kelas = Jumlah nilai
Jumlah
siswa
=
2060
33
=
62,42
Tingkat keaktifan siswa yang tinggi sampai dengan 85,4% dari butir
observasi perilaku siswa menunjukkan hasil yang baik. Empat kelompok kerja
diskusi bisa diukur dari hasil lembar kerja siswa perolehan nilai rata-rata
64,3.
Pada tes akhir perolehan nilai dibandingkan dengan data awal sebelum
perbaikan pembelajaran ada peningkatan. Data awal yang lulus KKMnya 36,4% dari
seluruh jumlah siswa. Pada siklus satu yang lulus sesuai nilai KKM 51% jadi
dengan metode Kooperatif Jigsaw sangat membantu tingkat keberhasilan
siswa pada standar kompetensi Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang
terdapat dilingkungan sekitar dan sifat-sifatnya.
1) Perencanaan Tindakan, direncanakan dengan
mempersiapkan rpp didukung dengan media sebagai alat peraga
2) Pelaksanaan Tindakan siklus satu dilaksanakan pada
tanggal 16 Februari 2011. Satu siklus pelaksanaan tindakan penelitian
dengan waktu 2 X 35 menit.
3) Pengamatan tindakan, pada saat penelitian
berkolaborasi dengan rekan guru,rekan guru mengamati tindakan- tindakan yang
dilakukan oleh guru peneliti. Pengamatan aktivitas siswa yang merupakan subyek penelitian
dilakukan oleh guru peneliti
4) Refleksi hasil tindakan, dari data-data yang sudah
diperoleh baik pengumpulan nilai siswa juga skor prosentase pengamatan terhadap
aktivitas siswa juga aktivitas guru
peneliti sudah ada kemajuan dan perlu ditingkatkan pada siklus berikutnya
c) Deskripsi siklus 2
Observasi yang dilakukan dengan bantuan teman sejawat
pada saat perbaikan pembelajaran dari 12 butir tentang perilaku siswa yang di
observasi menunjukkan kemunculan meningkat dari 85,4%. Keaktifan siswa menjadi
89% dalam mengikuti perbaikan pembelajaran melalui PTK ini. Data yang diperolah
dari tes setelah melaksanakan diskusi kelompok menunjukkan hasil dibawah ini.
|
Nilai
|
Banyak Siswa Bernilai
|
Jumlah
|
|
50
|
1
|
50
|
|
60
|
10
|
600
|
|
65
|
1
|
65
|
|
70
|
10
|
700
|
|
75
|
6
|
450
|
|
80
|
1
|
80
|
|
85
|
2
|
170
|
|
100
|
2
|
200
|
|
Jumlah nilai
|
2315
|
|
Nilai rata-rata = Jumlah nilai
Jumlah
siswa
= 2315
33
33
=
70,15
Keaktifan siswa dari butir observasi perilaku siswa menunjukkan data
yang meningkat pada siklus I adalah 85% menjadi 88% juga pada tes dalam proses
yang merupakan metode Kooperatif Jigsaw pada siklus pertama memperoleh nilai
rata-rata 62,42 meningkat menjadi 70,5.
Pada hasil tes akhir perolehan nilai dibandingkan dengan perolehan pada
siklus I juga ada peningkatan dari lulus nilai kkmnya 36,3 % pada siklus
pertama meningkat menjadi 70,5 % pada siklus dua .
1) Perencanaan tindakan, direncanakan dengan
mempersiapkan rpp didukung dengan media sebagai alat peraga
2) Pelaksanaan Tindakan siklus dua dilaksanakan pada
tanggal 23 Februari 2011.satu siklus pelaksanaan tindakan penelitian dengan waktu
2 X 35 menit.
3) Pengamatan tindakan, pada saat penelitian
berkolaborasi dengan rekan guru,rekan guru mengamati tindakan- tindakan yang
dilakukan oleh guru peneliti.Pengamatan aktivitas siswa yang merupakan subyek penelitian
dilakukan oleh guru peneliti.
4)
Refleksi
hasil tindakan, dari data-data yang sudah diperoleh baik pengumpulan nilai
siswa, skor prosentase pengamatan terhadap aktivitas siswa juga aktivitas guru peneliti ada kemajuan.Pelaksanaan
penelitian tindakan kelas sudah bisa menunjukkan hasil peningkatan.
d) Deskripsi Siklus III
Data yang diperolah dari tes setelah melaksanakan
diskusi kelompok menunjukkan hasil dibawah ini.
|
Nilai
|
Banyak Siswa Bernilai
|
Jumlah
|
|
60
|
6
|
360
|
|
65
|
1
|
65
|
|
70
|
12
|
840
|
|
75
|
4
|
300
|
|
80
|
1
|
80
|
|
85
|
2
|
170
|
|
90
|
2
|
180
|
|
100
|
5
|
500
|
|
Jumlah nilai
|
2495
|
|
Nilai
rata-rata = Jumlah nilai
Jumlah siswa
= 2495
33
= 75,61
b.
Pembahasan
Pada akhir pelaksanaan
tindakan kelas guru sebagai peneliti melakukan diskusi dengan guru pengamat aktivitas
guru peneliti. Merumuskan dan membahas data-data yang diperoleh dari hasil
evaluasi siswa, hasil pengamatan aktivitas siswa juga aktivitas guru peneliti dihasilkan adanya perbaikan
pembelajaran.
Dari data-data yang sudah
diperoleh baik pengumpulan nilai siswa, skor prosentase pengamatan terhadap aktivitas
siswa juga aktivitas guru peneliti sudah
banyak kemajuan.
Melalui perbaikan
pembelajaran yang sudah dilaksanakan di kelas IV semester 2 SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis dari
analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model
kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran IPA tentang kompetensi dasar
memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan
sehari-hari, hasil belajar siswa semakin meningkat. Sebelumnya data hasil
belajar siswa yang lulus nilai KKM sebesar 36,4 % kemudian setelah diupayakan
perbaikan pembelajaran dimulai dari siklus I hasil belajar siswa sudah
meningkat menjadi 70,1%, dilanjutkan lagi siklus kedua prestasinya meningkat
lagi kelulusan nilai KKM sebesar 66,4%, dan di siklus ketiga kelulusan semakin
meningkat sebesar 75,61%.
Adanya hasil yang selalu
meningkat dari setiap siklusnya menandakan pembelajaran IPA tentang kompetensi
dasar memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan
sehari-hari dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw disimpulkan berhasil meningkatkam minat dan hasil belajar
siswa.
G. Simpulan Dan Saran
a.
Simpulan
Berdasarkan perbaikan
pembelajaran yang sudah dilaksanakan di kelas IV semester 2 SD Negeri 2 Cimerak
Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis dari
analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model kooperatif
tipe Jigsaw pada mata pelajaran IPA tentang kompetensi dasar memahami berbagai
bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari, hasil belajar siswa
semakin meningkat. Sebelumnya data hasil belajar siswa yang lulus nilai KKM
sebesar 36,4 % kemudian setelah diupayakan perbaikan pembelajaran dimulai dari
siklus I hasil belajar siswa sudah meningkat menjadi 70,1%, dilanjutkan lagi
siklus kedua prestasinya meningkat lagi kelulusan nilai KKM sebesar 66,4%, dan
di siklus ketiga kelulusan semakin meningkat sebesar 75,61%.
Hasil yang selalu meningkat
dari setiap siklusnya menandakan pembelajaran IPA tentang kompetensi dasar memahami
berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari dengan
menggunakan model kooperatif tipe jigsaw
disimpulkan berhasil meningkatkam minat dan hasil belajar siswa.
b.
Saran
Atas dasar keberhasilan perbaikan pembelajaran IPA
tentang kompetensi dasar memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya
dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw, penulis menyarankan:
1. Bagi Guru
1) Menerapkan penggunaan Kooperatif Jigsaw pada
kompetensi dasar yang sama.
2) Menerapkan dan menguasai berbagai pendekatan dalam
pembelajaran agar siswa lebih mudah dalam memahami dan siswa tidak jenuh dan
bosan.
3) Kreativitasan guru dalam merancang pembelajaran dan
melaksanakan kegiatan pembelajaran bermakna sehingga dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa.
2.
Bagi
Sekolah
Hasil penelitian tindakan kelas ini dijadikan sebagai
referensi untuk peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dan prestasi siswa
pada khususnya.
H. Daftar Pustaka
Andayani. 2008. Pemantapan Kemampuan Mengajar.
Jakarta : Tiga serangkai.
Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran.
Jakarta : Bumi Aksara
Mulyati, Yeti. M.Pd. 2004. Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia Dikelas Rendah : Jakarta : Tiga serangkai.
Wardhani, I. G. K. 2007.Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta : Tiga serangkai.
Winataputra, Udin S. 2007. Teori Belajar Dan
Pembelajaran. Jakarta : Tiga serangkai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar