Senin, 28 Oktober 2013

Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Dan Penggunaannya Menggunakan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Cimerak



A.    Judul
Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi  Dan Penggunaannya Menggunakan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Cimerak
B.     Penulis
Nama                     : Nonoh Hasanah, S.Pd.SD.
Tempat Tugas        : SD Negeri 2 Cimerak, Kec. Cimerak, Kab. Ciamis
C.    Abstrak
Kata Kunci : Model Pembelajaran. Kooperatif Tipe Jigsaw.Minat. Hasil Belajar
   
Tujuan Penelitian ini adalah meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Jigsaw.Dalam pembelajaran IPA tentang Energi dan penggunaanya mendapat hasil belajar dengan rata-rata kelas yang belum mencapai KKM yang ditentukan.Maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa pembelajarannya bermasalah.Peneliti melibatkan Teman sejawat untuk menelaah, mengobservasi serta bersama peneliti mencari jalan keluarnya.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas IV SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis, Provinsi Jabar. Penelitian ini dilakukan oleh guru di kelas tersebut.Dengan Siswa yang diteliti terdiri dari 33 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 20 anak perempuan. Penelitian dilaksanakan di  kelas IV  tahun pelajaran 2011/2012 semester 2 (dua) dengan bahan kajian Energi dan Pengunaannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2011 sampai bulan Maret 2011.
Pelaksanaan PTK IPA kelas IV semester 2 ini dilaksanakan dalam 3 siklus masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengumpulan data, dan tahap refleksi. Metode yang digunakan adalah model pembelajaran Kooperatif Jigsaw.Penggunaan metode tersebut dikarenakan adanya kurang berhasilnya pembelajaran IPA pada KD energi dan penggunaanya.

D.    Pendahuluan
a.      Latar Belakang Masalah
Dalam kegiatan obeservasi ini, peneliti bersama kolaborator mencatat semua hal yang terjadi pada kegiatan pembelajaran, dalam rangka untuk identifikasi masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan pembelajaran. Hasil obeservasi yang dilakukan selama tiga kali kegiatan pembelajaran IPA, dijumpai hal-hal sebagai berikut.
1.     Siswa terlihat malas belajar, suka bermain dalam kelas.
2.     Motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kurang.
3.     Hasi dan pemahaman belajar siswa tidak memenuhi standar KKM yang diharapkan.
Peneliti mengadakan wawancara terhadap siswa, teman sejawat, dan kepala sekolah di lingkungan SD Negeri 2 Cimerak  dan diperoleh keterangan sebagai berikut.
1.     Faktor dari luar sebagian orang tua siswa kurang mendukung anak dalam belajar.
2.     Faktor dari sekolah kurangnya sarana prasarana yang digunakan.
3.     Dari guru belum memanfaatkan secara maksimal penggunaan alat peraga.
Mata Pelajaran IPA untuk kompetensi dasar energi dan penggunaannya telah ditetapkan KKM -nya adalah 63, namun dari 33 siswa yang ada, hanya 11 siswa yang mendapat nilai ≥ 65. Hal ini menjadikan pembelajaran dapat dikatakan tidak berhasil, sehingga perlu diadakan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
b.      Identifikasi Masalah
Dari sisi proses pembelajaran di kelas, peneliti menyadari kesalahan-kesalahan yang peneliti lakukan sehingga hasil belajar siswa tidak maksimal. Hasil identifikasi terhadap proses pembelajaran IPA yang peneliti laksanakan memperlihatkan beberapa permasalahan yang dialami oleh siswa, antara lain:
1.     siswa kurang memperhatikan penjelasan guru;
2.     motivasi belajar siswa rendah;
3.     ada beberapa siswa bermain saat guru menjelaskan;
4.     siswa pasif dalam pembelajaran.
Peneliti bersama kolaborator melakukan analisis terhadap penyebab timbulnya masalah tersebut dilihat dari peneliti atau pengajar, yaitu sebagai berikut.
1.     Pada awal pembelajaran guru belum dapat memfokuskan siswa.
2.     Guru belum memaksimalkan penggunaan alat peraga.
3.     Guru belum mengajak siswa untuk aktif dalam pembelajaran.
4.     Guru menyampaikan materi secara klasikal.
5.     Guru dalam pembelajaran menggunakan metode yang kurang vareatif, sehingga siswa menjadi jenuh dalam pembelajaran.
Setelah berdiskusi dengan pengamat yang merupakan teman sejawat berdasarkan hasil observasi, penyebab permasalahan siswa dalam pembelajaran maka diambil beberapa tindakan yang merupakan alternatif pemecahan masalah, yakni sebagai berikut.
1.      Pada awal pembelajaran guru menarik perhatian siswa dengan menggunakan alat peraga.
2.     Guru menggunakan alat peraga secara efektif.
3.     Pada pembelajaran guru melibatkan siswa untuk aktif dalam belajar.
4.     Dalam menyampaikan materi guru sebaiknya membimbing siswa untuk mencapai pemahaman tertentu dengan membuat kesimpulan.
5.     Dalam pembelajaran menggunakan berbagai macam metode sesuai kondisi anak pada saat pembelajaran berlangsung dan yang sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga pembelajaran akan menjadi efektif dan efisien.
c.    Pembatasan Masalah
Agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan isi penelitian tindakan kelas ini maka peneliti membatasi permasalahan penelitian sebagai berikut.
1.     Model kooperatif tipe jigsaw terbimbing
2.     Media sederhana
3.     Minat belajar siswa
4.     Mata pelajaran IPA
d.      Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil obeservasi dan wawancara, analisis penyebab timbulnya masalah, dan alternatif tindakan pemecahan masalah diatas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut “Apakah melalui model belajar kooperatif tipe jigsaw(expert group/kelompok ahli) dapat meningkatkan hasil dan pemahaman belajar siswa pada pembelajaran IPA tentang energi dan penggunaanyadi kelas IV SD Negeri 2 Cimerak, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Ciamis pada semester II tahun pelajaran 2011/2012? “ 
e.       Tujuan Penelitian
Menumbuhkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw di kelas IV SD Negeri 2 Cimerak, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Ciamis. 
f.       Manfaat Penelitian
Secara khusus, manfaat yang dapat diambil dari penelitian tindakan kelas ini, yakni sebagai berikut.
1.     Bagi Siswa
2.     Bagi Guru
3.     Bagi Sekolah
g.      Kajian Teori
a)      Hakikat IPA
Pada hakekatnya IPA terdiri atas tiga komponen, yaitu produk, proses, dan sikap ilmiah. Jadi tidak hanya terdiri atas kumpulan pengetahuan atau fakta yang dihafal, namun juga merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari rahasia gejala alam.
Mata pelajaran IPA adalah salah satu mata pelajaran IPA yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis deduktif dengan menggunakan berbagai peristiwa alam dan penyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif dengan menggunakan IPA serta dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri.
b)     Penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran IPA
(a)   Hakekat pembelajaran 
Konsep pembelajaran pada hakekatnya adalah kegiatan guru dalam membelajarkan siswa, ini berarti bahwa proses pembelajaran adalah membuat atau menjadikan siswa dalam kondisi belajar. Siswa dalam kondisi belajar dapat diamati dan dicermati melalui indikator aktivitas  yang dilakukan, yaitu perhatian fokus, antusias, bertanya, menjawab, berkomentar, presentasi, diskusi, mencoba, menduga, atau menemukan. Sebaliknya siswa dalam kondisi tidak belajar adalah kontradiksi dari aktivitas  tersebut, mereka hanya berdiam diri, beraktivitas  tak relevan, pasif, atau menghindar. Dengan konsep seperti di atas, pembelajaran harus berprinsip minds-on, hands-on, dan constructifism. Hal ini berarti dalam pelaksanaan pembelajaran pikiran siswa fokus pada materi belajar dan tidak memikirkan hal di luar itu, pengembangan pikiran tentang materi bahan ajar dilakukan dengan melakukan dan mengkomunikasikannya agar menjadi bermakna (Peter Sheal, 1989).
(b)   Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Elemen-elemen pembelajaran kooperatif menurut Lie (2004) adalah 1. Saling ketergantungan positif, 2.Interaksi tatap muka, 3.Akuntabilitas Individual dan, 4.Ketrampilan untuk menjalani hubungan antar pribadi atau ketrampilan sosial yang secara sengaja diajarkan.
Perbedaan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran tradisional.Dalam pembelajaran tradisional di kenal pula belajar kelompok, namun demikian ada sejumlah perbedaan esensial anatara kelompok belajar kooperatif dengan kelompok belajar tradisional.
Keuntungan menggunakan model kooperatif dalam pembelajaran, diantaranya:
1.     Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial
2.     Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan
3.     Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial
4.     Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen
5.     Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois
6.     Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia
7.     Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa
8.     Meningkatkan kesedian menggunakan ide orang lain yang dirasa lebih baik
9.     Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, norma atau cacat, etnis, kelas sosial, agama dan orientasi tugas.
(c)    Penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran IPA
Adapun langkah-langkahnya:
1.       Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri dari 4 atau 5 siswa dengan karakteristik yang heterogen
2.       Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan atau akademik tersebut.
3.       Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bahan tersebut. Kumpulan siswa semacam itu disebut “Kelompok Pakar“ (Expert Grup) 
4.       Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali kepada kelompok semula (home time) untuk mengajar anggota lain mengenai yang telah dipelajari dalam kelompok pakar.
5.       Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam “home time”, para siswa di evaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari. Dalam metode Jigsaw versi Slavin, pemberian skor seperti dilakukan seperti dalam metode Stad. Individu atau tim yang memperoleh skor tinggi diberi penghargaan oleh guru.
h.      Kerangka Berpikir
Berdasarkan latar belakang dan kajian teori yang telah diuraikan di atas, maka diperoleh alur berpikir bahwa kondisi awal pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 2 Cimerak sangat monoton karena guru belum menggunakan metode yang bervariasi dalam pembelajaran. Ceramah merupakan satu-satunya metode andalan, dan pemberian tugas selalu diberikan setelah ceramah selesai.Terlihat siswa sangat tidak semangat. Kondisi seperti itu berdampak pada hasil belajar siswa rendah, yaitu dengan KKM 64,1 setelah diambil nilai ulangan sebagai pre tes (pra siklus) diperoleh 11 dari 33 siswa yang dapat mencapai KKM, selebihnya 22 siswa belum mencapai KKM. Hal ini membuat guru peneliti berusaha melakukan tindakan melalui PTK dan merencanakan tindakan untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw secara terbimbing yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I penggunaan model ini pada kelompok besar.Siklus II menggunakan model ini pada kelompok kecil. Diduga pada kondisi akhir setelah kegitan berlangsung siswa akan mengalami peningkatan hasil belajar. 
i.        Hipotesis Tindakan
Dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw secara terbimbing dapat meningkatkan minat dan hasil belajar dan pemahaman siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang energi dan penggunaannya, bagi siswa kelas IV SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak, Kabupaten Ciamis pada tahun pelajaran 2011/2012.
Berdasarkan penjelasan pada latar belakang, kajian teori, dan kerangka berpikir, maka dapat diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut:
                        1.      Penggunaan model kooperatif tipe jigsawsecara terbimbing dapat meningkatkan minat belajar IPA siswa di kelas IV SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis.
                        2.      Penggunaan model kooperatif tipe jigsawsecara terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis.
E.     Metodologi Penelitian
a.        Setting Penelitian
a)      Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas IV SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis karena peneliti adalah guru di kelas tersebut.
b)        Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian, yaitu tahun pelajaran 2011/2012 pada semester 2 (dua) dengan bahan kajian Energi dan Penggunaannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2011 sampai bulan Maret 2011.
c)       Subjek Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas ini (PTK) ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan jumlah 33 siswa, banyaknya siswa laki-laki 13 siswa dan banyaknya siswa perempuan 20 siswa dengan karakteristik latar belakang keluarga yang berekonomi menengah ke bawah. Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani, buruh, dan pedagang sehingga pendidikan anak kurang diperhatikan.
d)     Sumber Data
(a)    Sumber data primer diambil dari hasil observasi minat siswa terhadap proses pembelajaran IPA yang dilakukan, dan nilai hasil belajar pada akhir siklus 1, siklus 2, dan siklus 3.
(b)   Sumber data sekunder diperoleh dari learning log yang ditulis oleh siswa sendiri tentang proses pembelajaran IPA yang telah dilakukan, juga hasil wawancara guru ke siswa menanggapi proses pembelajaran.
b.           Teknik dan Alat Pengumpulan Data
b)     Teknik Pengumpul Data
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian tindakan kelas ini adalah:
1.       teknik tes untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran,
2.       teknik pengamatan untuk melihat minat siswa terhadap pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw,
3.       teknik wawancara untuk mendapat pengalaman langsung siswa terhadap proses pembelajaran dan
4.       learning log untuk mendapatkan umpan balikan dari pembelajaran yang dilaksanakan.
b)     Alat Pengumpul Data
Sedangkan alat pengumpul data pada penelitian tindakan kelas ini adalah :
1.       Tes tertulis, berupa tes isian dan uraian dengan materi keliling bangun datar.
2.       Lembar pengamatan untuk melihat tingkat minat belajar siswa dengan komponen yang dilihat meliputi perilaku guru dan siswa dalam pembelajaran oleh observasi, yaitu:
1)      Guru, meliputi apersepsi, cara memotivasi siswa, mengarahkan siswa, penguasaan kelas, persebaran pertanyaan, dan kemampuan merangkum materi.
2)      Siswa, meliputi inisiatif mengeluarkan pendapat, ketekunan, semangat, disiplin, keaktifan, perhatian, kemampuan menjawab pertanyaan, kemampuan menyimpulkan, kemampuan menghitung, kemampuan memahami bahasa, kemampuan melakukan perintah, apresiasi pada mata pelajaran, rasa ingin tahu, ketertarikan pada pembelajaran
3.       Pedoman wawancara
Pedoman wawancara dibuat agar terjadi kerangka yang jelas tentang pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh guru atau observer terhadap subjek (siswa).
4.       Lembar Learning Log
Dibuat lembar learning log agar siswa lebih mudah menuangkan ide-ide atau kritik dan sarannya kepada proses pembelajaran yang baru saja dialami.
c.        Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas, meliputi:
1.       Minat belajar siswa meningkat menjadi 60%
2.       Hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata 55,93 menjadi 65 dan 80% siswa sudah mencapai KKM.
d.           Prosedur Penelitian
Pelaksanaan PTK IPA di kelas IV SD Negeri 2 Cimerak  pada semester 2 ini dilaksanakan dalam 3 siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengumpulan data, dan tahap refleksi.
F.     Hasil Penelitian dan Pembahasan
a.     Hasil Penelitian
a)      Deskripsi Kondisi Awal
Kondisi awal subyek penelitian menunjukkan data nilai rata-rata kelas adalah 62,42 dan tingkat ketuntasan siswa pada standar kompetensi ini baru 36,6% dihitung dari seluruh jumlah siswa. 
b)     Deskripsi Siklus 1
Observasi yang dilakukan dengan bantuan teman sejawat pada saat perbaikan pembelajaran dari penyajian 12 butir tentang perilaku siswa yang diobservasi menunjukkan kemunculan yang bagus yaitu mencapai 85,4% keaktifan siswa dalam mengikuti perbaikan pembelajaran melalui PTK ini.Data yang diperolah dari tes setelah melaksanakan diskusi kelompok menunjukkan hasil dibawah ini :
Tabel 4 Hasil Tes Formatif siklus 1
Nilai
Banyak Siswa Bernilai
Jumlah
50
7
350
55
1
55
60
13
780
65
1
65
70
8
560
80
1
80
85
2
170
Jumlah nilai
2060
      
 Nilai rata-rata kelas =  Jumlah nilai   
Jumlah siswa
=   2060
       33
=  62,42
Tingkat keaktifan siswa yang tinggi sampai dengan 85,4% dari butir observasi perilaku siswa menunjukkan hasil yang baik. Empat kelompok kerja diskusi bisa diukur dari hasil lembar kerja siswa perolehan nilai rata-rata 64,3.
Pada tes akhir perolehan nilai dibandingkan dengan data awal sebelum perbaikan pembelajaran ada peningkatan. Data awal yang lulus KKMnya 36,4% dari seluruh jumlah siswa. Pada siklus satu yang lulus sesuai nilai KKM 51% jadi dengan metode Kooperatif Jigsaw sangat membantu tingkat  keberhasilan siswa pada standar kompetensi Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar dan sifat-sifatnya.
1)      Perencanaan Tindakan, direncanakan dengan mempersiapkan rpp didukung dengan media sebagai alat peraga
2)      Pelaksanaan Tindakan siklus satu dilaksanakan pada tanggal 16 Februari  2011. Satu siklus pelaksanaan tindakan penelitian dengan waktu 2 X 35 menit.
3)      Pengamatan tindakan, pada saat penelitian berkolaborasi dengan rekan guru,rekan guru mengamati tindakan- tindakan yang dilakukan oleh guru peneliti. Pengamatan aktivitas  siswa  yang merupakan subyek penelitian dilakukan oleh guru peneliti
4)     Refleksi hasil tindakan, dari data-data yang sudah diperoleh baik pengumpulan nilai siswa juga skor prosentase pengamatan terhadap aktivitas siswa juga aktivitas  guru peneliti sudah ada kemajuan dan perlu ditingkatkan pada siklus berikutnya
c)      Deskripsi siklus 2
Observasi yang dilakukan dengan bantuan teman sejawat pada saat perbaikan pembelajaran dari 12 butir tentang perilaku siswa yang di observasi menunjukkan kemunculan meningkat dari 85,4%. Keaktifan siswa menjadi 89% dalam mengikuti perbaikan pembelajaran melalui PTK ini. Data yang diperolah dari tes setelah melaksanakan diskusi kelompok menunjukkan hasil dibawah ini.
Tabel 5 Tes Formatif Siklus 2
Nilai
Banyak Siswa Bernilai
Jumlah
50
1
50
60
10
600
65
1
65
70
10
700
75
6
450
80
1
80
85
2
170
100
2
200
Jumlah nilai
2315
      Nilai rata-rata  =  Jumlah nilai
Jumlah siswa
=  2315
      33
=  70,15
Keaktifan siswa dari butir observasi perilaku siswa menunjukkan data yang meningkat pada siklus I adalah 85% menjadi 88% juga pada tes dalam proses yang merupakan metode Kooperatif Jigsaw pada siklus pertama memperoleh nilai rata-rata 62,42 meningkat menjadi 70,5.
Pada hasil tes akhir perolehan nilai dibandingkan dengan perolehan pada siklus I juga ada peningkatan dari lulus nilai kkmnya 36,3 % pada siklus pertama meningkat menjadi 70,5 % pada siklus dua .
1)      Perencanaan tindakan, direncanakan dengan mempersiapkan rpp didukung dengan media sebagai alat peraga
2)      Pelaksanaan Tindakan siklus dua dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2011.satu siklus pelaksanaan tindakan penelitian dengan waktu 2 X 35 menit.
3)      Pengamatan tindakan, pada saat penelitian berkolaborasi dengan rekan guru,rekan guru mengamati tindakan- tindakan yang dilakukan oleh guru peneliti.Pengamatan aktivitas  siswa  yang merupakan subyek penelitian dilakukan oleh guru peneliti.
4)      Refleksi hasil tindakan, dari data-data yang sudah diperoleh baik pengumpulan nilai siswa, skor prosentase pengamatan terhadap aktivitas  siswa juga aktivitas  guru peneliti ada kemajuan.Pelaksanaan penelitian tindakan kelas sudah bisa menunjukkan hasil peningkatan. 
d)     Deskripsi Siklus III
Data yang diperolah dari tes setelah melaksanakan diskusi kelompok menunjukkan hasil dibawah ini.
Tabel 6 Tes Formatif Siklus 6
Nilai
Banyak Siswa Bernilai
Jumlah
60
6
360
65
1
65
70
12
840
75
4
300
80
1
80
85
2
170
90
2
180
100
5
500
Jumlah nilai
2495

Nilai rata-rata  =  Jumlah nilai
                            Jumlah siswa
                  =   2495
          33
                  =  75,61 
b.    Pembahasan
Pada akhir pelaksanaan tindakan kelas guru sebagai peneliti melakukan diskusi dengan guru pengamat aktivitas guru peneliti. Merumuskan dan membahas data-data yang diperoleh dari hasil evaluasi siswa, hasil pengamatan aktivitas  siswa juga aktivitas  guru peneliti dihasilkan adanya perbaikan pembelajaran.
Dari data-data yang sudah diperoleh baik pengumpulan nilai siswa, skor prosentase pengamatan terhadap aktivitas siswa juga aktivitas  guru peneliti sudah banyak kemajuan.
Melalui perbaikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan di kelas IV semester 2 SD Negeri 2 Cimerak   Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis dari analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran IPA tentang kompetensi dasar memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari, hasil belajar siswa semakin meningkat. Sebelumnya data hasil belajar siswa yang lulus nilai KKM sebesar 36,4 % kemudian setelah diupayakan perbaikan pembelajaran dimulai dari siklus I hasil belajar siswa sudah meningkat menjadi 70,1%, dilanjutkan lagi siklus kedua prestasinya meningkat lagi kelulusan nilai KKM sebesar 66,4%, dan di siklus ketiga kelulusan semakin meningkat sebesar 75,61%.
Adanya hasil yang selalu meningkat dari setiap siklusnya menandakan pembelajaran IPA tentang kompetensi dasar memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw disimpulkan berhasil meningkatkam minat dan hasil belajar siswa. 
G.    Simpulan Dan Saran
a.      Simpulan
Berdasarkan perbaikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan di kelas IV semester 2 SD Negeri 2 Cimerak  Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis dari analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran IPA tentang kompetensi dasar memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari, hasil belajar siswa semakin meningkat. Sebelumnya data hasil belajar siswa yang lulus nilai KKM sebesar 36,4 % kemudian setelah diupayakan perbaikan pembelajaran dimulai dari siklus I hasil belajar siswa sudah meningkat menjadi 70,1%, dilanjutkan lagi siklus kedua prestasinya meningkat lagi kelulusan nilai KKM sebesar 66,4%, dan di siklus ketiga kelulusan semakin meningkat sebesar 75,61%.
Hasil yang selalu meningkat dari setiap siklusnya menandakan pembelajaran IPA tentang kompetensi dasar memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw disimpulkan berhasil meningkatkam minat dan hasil belajar siswa. 
b.      Saran
Atas dasar keberhasilan perbaikan pembelajaran IPA tentang kompetensi dasar memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw, penulis menyarankan:
1. Bagi Guru
1)      Menerapkan penggunaan Kooperatif Jigsaw pada kompetensi dasar yang sama.
2)      Menerapkan dan menguasai berbagai pendekatan dalam pembelajaran agar siswa lebih mudah dalam memahami dan siswa tidak jenuh dan bosan.
3)      Kreativitasan guru dalam merancang pembelajaran dan melaksanakan kegiatan pembelajaran bermakna sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
2.      Bagi Sekolah
Hasil penelitian tindakan kelas ini dijadikan sebagai referensi untuk peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dan prestasi siswa pada khususnya.
H.    Daftar Pustaka
Andayani. 2008. Pemantapan Kemampuan Mengajar. Jakarta : Tiga serangkai.
Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
Mulyati, Yeti. M.Pd. 2004. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dikelas Rendah : Jakarta : Tiga serangkai.
Wardhani, I. G. K. 2007.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Tiga serangkai.
Winataputra, Udin S. 2007. Teori Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta : Tiga serangkai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar